contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Jumat, 21 Maret 2014

 
Belajar dari Karakter Pemain Biola.

Suzuki Violin School memiliki cara yang unik saat melatih murid2nya bermain violin.
Pelajaran pertama yg diberikan kpd anak2 yg berusia 2-4 thn berupa latihan untuk berdiri dengan benar.
Barulah setelah itu masuk pelajaran kedua, mereka diajarkan utk membungkukkan badan (take a bow).

Ketika salah satu orangtua murid bertanya ttg metode yg unik ini, sang guru menjawab:
"Jika anak2 hanya main biola dan berhenti, orang bisa lupa utk menunjukkan rasa hormatnya. Tetapi jika anak2 membungkukkan badan, para penonton akan bertepuk tangan. Tepuk tangan adalah motivasi terbaik utk membuat anak2 merasa senang dengan penampilannya dan ingin memberi yang terbaik."

Pelajaran penting utk kita dari cerita diatas adalah, jangan pernah abaikan pentingnya memberi hormat kpd orang lain. Menunjukkan sikap hormat dgn tulus kpd pemimpin/atasan, suami/istri dan anak2, rekan kerja, bawahan dan relasi, adalah salah satu langkah utk mencapai prestasi terbaik kita, karena hal tsb akan membangun atmosfir positif.
Penghargaan dari orang lain adalah motivator yg terbaik.

Sebagai atasan, penghargaan dan sikap hormat Anda kpd bawahan akan membuat mrk lebih bersemangat utk memberi yg terbaik, dan pada gilirannya juga menghormati dan menghargai anda.

Jika anda sebagai bawahan, sikap hormat kpd rekan dan atasan adalah sebuah kewajiban karena akan mendukung kesuksesan anda.

Kecakapan bicara, kemampuan manajerial, kerjasama, bahkan strategi bisnis seringkali juga butuh adanya sikap hormat dan menghargai orang lain..

Bagaimanakah iklim/atmosfir di tempat kerja anda? Tanamkan sikap saling menghargai.
Cara terbaik adalah, jangan menunggu orang lain, Anda-lah yang harus memulainya.

0

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

juli aspriansyah. Diberdayakan oleh Blogger.

juli aspriansyah

Translate

Popular Posts

Blogroll

petunjuk waktu

Followers