Belajar dari Karakter Pemain Biola.
Suzuki Violin School memiliki cara yang unik saat melatih murid2nya bermain violin.
Pelajaran pertama yg diberikan kpd anak2 yg berusia 2-4 thn berupa latihan untuk berdiri dengan benar.
Barulah setelah itu masuk pelajaran kedua, mereka diajarkan utk membungkukkan badan (take a bow).
Ketika salah satu orangtua murid bertanya ttg metode yg unik ini, sang guru menjawab:
"Jika anak2 hanya main biola dan berhenti, orang bisa lupa utk
menunjukkan rasa hormatnya. Tetapi jika anak2 membungkukkan badan, para
penonton akan bertepuk tangan. Tepuk tangan adalah motivasi terbaik utk
membuat anak2 merasa senang dengan penampilannya dan ingin memberi yang
terbaik."
Pelajaran penting utk kita dari cerita diatas
adalah, jangan pernah abaikan pentingnya memberi hormat kpd orang lain.
Menunjukkan sikap hormat dgn tulus kpd pemimpin/atasan, suami/istri dan
anak2, rekan kerja, bawahan dan relasi, adalah salah satu langkah utk
mencapai prestasi terbaik kita, karena hal tsb akan membangun atmosfir
positif.
Penghargaan dari orang lain adalah motivator yg terbaik.
Sebagai atasan, penghargaan dan sikap hormat Anda kpd bawahan akan
membuat mrk lebih bersemangat utk memberi yg terbaik, dan pada
gilirannya juga menghormati dan menghargai anda.
Jika anda sebagai bawahan, sikap hormat kpd rekan dan atasan adalah sebuah kewajiban karena akan mendukung kesuksesan anda.
Kecakapan bicara, kemampuan manajerial, kerjasama, bahkan strategi
bisnis seringkali juga butuh adanya sikap hormat dan menghargai orang
lain..
Bagaimanakah iklim/atmosfir di tempat kerja anda? Tanamkan sikap saling menghargai.
Cara terbaik adalah, jangan menunggu orang lain, Anda-lah yang harus memulainya.
Jumat, 21 Maret 2014
Pages
juli aspriansyah. Diberdayakan oleh Blogger.





